Latest Posts

Barikade 98 : Perketat Rekrutmen, Terduga Teroris Makassar Pegawai BUMN

JAKARTA – Perkumpulan aktivis, Barikade 98 meminta proses rekrutmen di semua BUMN diperketat, untuk mencegah masuknya calon pegawai yang terpapar paham radikal. Ketua Divisi Ekonomi Maritim, Dewan Pimpinan Nasional Barikade 98, Ruscain Qurboni mengatakan, penyaringan secara ketat dalam proses rekrutmen di lingkungan BUMN harus dilakukan di setiap level manajemen. Ia menekankan, jika perlu pihak BUMN memeriksa akun media sosial para calon pegawai, untuk mengetahui apakah ia terpapar paham radikal atau tidak. “Calon pegawai BUMN sudah sepatutnya memahami Pancasila dan cinta NKRI,” ujar mantan aktivis 98 tersebut pada Senin (19/4/2021), di Jakarta.

Lebih lanjut Ruscain mengatakan, keberadaan kelompok radikal dalam BUMN sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Menurut dia, kader-kader organisasi agama yang berpaham radikal, seperti Hizbut Tahrir Indonesia, ada di hampir semua BUMN dan memegang jabatan strategis. Hal ini sudah terjadi sejak era 1980-an, dimana ketika itu keberadaan kelompok radikal tersebut belum begitu terdeteksi. Sejak itu hingga kini, mereka leluasa menyebarkan pahamnya, salah satunya lewat kegiatan pengajian yang rutin diadakan. “Contohnya pegawai diajak ikut pengajian, diberikan siraman rohani dengan atas nama dakwah, padahal dakwah tersebut menyimpang. Dan tanpa disadari pegawai tersebut terpengaruh paham radikal,” ungkap Ruscain.

Ruscain menambahkan, keberadaan kelompok radikal dalam BUMN dapat berdampak negatif pada kemajuan BUMN itu sendiri. Ia khawatir, akan terjadi penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan, jika jumlah kader organisasi radikal makin banyak di BUMN. Hal ini bisa berdampak pada menurunnya mutu pelayanan, karena BUMN pada akhirnya tidak fokus pada kemajuan perusahaan. Menurut Ruscain, ini disebabkan paham dan ideologi yang dibawa kelompok radikal umumnya bertentangan dengan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Anggapan Ruscain senada dengan peristiwa yang baru saja terjadi di Maros, Sulawesi Selatan pada Senin (19/4/2021). Disana Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang pegawai BUMN yang diduga terlibat dengan aksi teror bom bunuh diri, di gereja Katedral, beberapa waktu lalu. Dilansir dari laman www.jawapos.com, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombe Pol E Zulpan mengatakan, pelaku diketahui seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun Zulpan tidak merinci ihwal identitas pelaku. Menurut Ruscain, ini adalah bukti nyata keberadaan kelompok radikal di dalam BUMN. “Ini adalah momentum yang tepat untuk membersihkan BUMN dari paham radikal,” imbuhnya.

Terkait peristiwa itu, Barikade 98 meminta Kementerian BUMN merangkul organisasi keagamaan yang berhaluan moderat, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, untuk mengisi kegiatan pengajian di BUMN tersebut. Menurut Ruscain, kebijakan itu baiknya tidak hanya di kantor pusat, melainkan juga hingga ke tingkat cabang di daerah-daerah. Langkah ini akan semakin mantap jika pimpinan BUMN menempatkan pegawainya yang berpaham nasionalis, di level manajemen atas sampai level kepala cabang.

Terakhir, Ruscain mengatakan, Barikade 98 siap mendukung Kementerian BUMN dalam membersihkan kelompok radikal di tubuh BUMN. Diantaranya dengan mengadakan sejumlah kegiatan yang menampilkan kebudayaan Indonesia untuk melawan ideologi radikal, seperti pengajian Pancasila, kebaktian Pancasila, dan pagelaran budaya Indonesia. Harapannya, dengan kegiatan tersebut, toleransi beragama di lingkungan BUMN dapat terwujud. “Kami juga mengajak semua pihak yang masih mencintai keberagaman dan kemajemukan bangsa ini, sebagaimana semangat yang tercantum dalam slogan Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Ruscain. (Abdul Salam)***

Latest Posts

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.