Latest Posts

Tim Gabungan BP2MI & UPT BP2MI Jabar Selamatkan 6 CPMI akan Diberangkatkan Secara Ilegal

Haraqisiliwangi.com (Kota Bekasi) – Tim Gabungan BP2MI Pusat dan UPT BP2MI Jawa Barat mengamankan 6 Calon PMI yang diduga akan diberangkatkan ke Abu Dhabi dan Dubai. Ke-6 CPMI tersebut ditemukan di sebuah rumah kontrakan milik sdri. NYT yang dijaga oleh sdr. L di Jl. Kp. Keramat 22-50, RT 05/RW 04, Kel. Jatimelati, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/03/2021)

Identitas CPMI yang telah diamankan Rauhun asal Kab. Lombok Timur, Parhiatun asal Kab. Lombok Tengah, Rohani asal asal Kab. Lombok Tengah, Mungkiyah asal asal Kab. Cilacap, Mulyati asal Kab. Bandung, Restu asal Kab. Sukabumi

CPMI a.n Mulyati, Restu, dan Mungkiyah mengaku mendapatkan informasi pekerjaan dari sponsor a.n Jajang (asal Padalarang). CPMI a.n Parhiyatun dan Rohani mengaku dibantu oleh Bu Didi hingga berangkat dari bandara Lombok, sedangkan CPMI a.n Rauhun dibantu oleh sponsor a.n Wak Muksin. Infonya, seluruh ongkos termasuk tiket keberangkatan ke Jakarta menggunakan uang sponsor.

Hingga saat ini baru tiga CPMI yang telah melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bekasi yaitu Mulyati, Restu, dan Mungkiyah. Tiga orang lainnya direncanakan melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Cilegon. Keenam CPMI untuk sementara akan tinggal di Kantor P4TKI Bekasi UPT BP2MI Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut menurut neng wepi kasi perlindungan dan pemberdayaan UPT BP2MI Jabar

Sementara itu, Kepala UPT BP2PMI Bandung Ade Kusnadi menambahkan pengagalan keberangkatan enam PMI itu merupakan upaya penegakkan keadilan. Hal ini guna mencegah terjadinya eksploitasi terhadap mereka.

“Penanganan PMI hasil sidak tersebut tentunya sebagai upaya dalam menegakkan keadilan terhadap CPMI yang telah di eksploitasi unttuk kepentingan bisnis para tekong atau calo yang akan ditempatkan secara unprosedural,” kata dia.

Penanganan PMI hasil sidak tersebut tentunya sebagai merespon Cepat atas pengaduan dan pelaporan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui medsos dalam upaya implementasi program BP2MI, pencegahan PMI non prosedural/ penempatan illegal PMI yg kami lakukan dalam rangka pelindubgan saat sebelum berangkat, disamping proses dokumen penempatan yg tidak terpenuhi, juga negara tujuan dan jabatan oekerjaan yg dijanjikan masih dalam moratorium dari tahun 2015. Terhadap 6 CPMI saat ini langsung melakukan pendalaman untuk tindaklanjut penanganan secara Hukum terhadap oknum perekrut sampai pengirimnya, sebelum dipulangkan ke dasal masing-masing yg akan dilaporkan kepada APH.

Menurut Benny Ramdhani Kepala BP2MI mengatakan Upaya pencegahan yg dilakukan oleh BP2MI sampai ke UPT BP2MI sudah berulang kali dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan negara hadir, kita harus memberikan efek jera kepada sindikat ini. Saya butuh dukungan semua pihak, bukan hanya pemerintah tapi juga pemangku kepentingan lainnya, terutama aparatur penegak hukum, unsur pemerintahan dari desa, kab/kota, hingga provinsi, pungkasnya. (Rd.Ratu Dinar)***

Latest Posts

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.